Sebelum berangkat sekolah doktoral, saya mendapat beragam wejangan dari teman-teman yang telah menyelesaikan sekolah doktoral mereka. Salah satu hal yang mengena adalah Ph.D life is not only about dealing with academic life, but also dealing with non academic life. Mentang-mentang sudah “bertapa”, tantangan non akademik hilang begitu saja. Saya awalnya tidak percaya akan kata-kata tersebut.
Akhirnya, saya menemukan titik apa-apa yang disampaikan oleh senior saya tersebut (hal yang kurang lebah sama juga disampaikan Sensei saya di awal-awal kuliah). Pasca ujian kelayakan/review (di tempat saya disebut D1 Presentation), saya mendapatkan kabar bahwa ibu mertua kena serangan jantung dan harus pasang ring. Alhamdulillah ketika tulisan ini dibuat, kondisi mertua saya sudah stabil pasca operasi pasang ring. Semoga semakin membaik dan bisa beraktivitas seperti sediakala. Aamiin.
Senin 24 Juni 2024 tepat 5 sore JST (waktu Jepang), saya memulai presentasi D1 saya. Prosesi berlangsung 1 jam. Alhamdulillah saya dinyatakan bisa ke tahapan selanjutnya, D2. Malamnya, pukul 8 JST, saya video call dengan ibu mertua mengabarkan hasil D1 saya. Saya curiga ketika ibu mertua mengeluh dada kiri sakit dan keringat dingin. Untuk mengurangi rasa sakit, seperti orang Indonesia pada umumnya ketika merasakan gejala seperti itu, tindakan yang dilakukan adalah minum air teh hangat, oles minyak kayu putih dan istirahat.
Namun demikian, jam 1 malam JST, mendapat kabar bahwa ibu mertua saya dilarikan ke RS Murangan Sleman dan berakhir dirujuk ke RS Sardjito Jogja. Sesampai di RS Sardjito, 2 dini hari, langsung dilakukan tindakan pemasangan ring jantung. Alhamdulillah bisa tertangani. Terima kasih untuk tim dokter RS Sardjito yang sudah sat set sat set. Dan juga BPJS Kesehatan (hidup sosialisme, hidup negara kesejahteraan).
Apa-apa yang dialami ibu mertua saya adalah representasi tantangan non akademik. Dengan segala kesedihan, pertimbangan dan keyakinan, akhirnya diputuskan untuk menjenguk ibu mertua (hanya istri). Libur musim panas baru mulai awal Agustus, jadi saya tetap tinggal.
Rencana Alloh Robbul ‘Alamin adalah yang terbaik. Saya tidak bisa membayangkan apabila serangan jantung ibu mertua saya terjadi sebelum prosesi presentasi D1 saya. Konsentrasi sudah dipastikan akan pecah. Alloh Maha Baik.
Next, apalagi tantangan non akademik yang bakal dihadapi ? I don’t know. Yang pasti hidup itu adalah tempatnya ujian, setiap satu ujian selesai, akan datang ujian lain. Ujian dunia akan selesai hingga kematian menjemput kita. Tawakkal, optimisme, dan ilmu (agama dan dunia) adalah bekal terbaik untuk menghadapi ujian-ujian yang datang dari Alloh ‘Azza wa Jalla.
@ Kereta Nozomi , Osaka-Nagoya, 26 Juni 2024 (17:46 JST).


Leave a comment