Jalan Terjal Menuju Single Digit

Mengapa Suku Bunga Perbankan di Indonesia Tinggi ?

Suku bunga rendah sangat dibutuhkan dalam perekonomian Indonesia. Salah satu alasannya adalah untuk memacu penyaluran kredit. Ketika kredit bertumbuh pesat, maka output dalam perekonomian bertambah yang berujung dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Sudah lama bunga rendah hanya menjadi bunga mimpi bagi para pelaku ekonomi yang berkepentingan, baik langsung dan tidak langsung, terhadap suku bunga tersebut.

Beragam ikhtiar penurunan suku bunga telah dilakukan. Pengendalian inflasi yang dilakukan oleh otorritas moneter terlihat membuahkan hasil. Inflasi beberapa tahun terakhir terkendali. Pun dengan pemerintah sebagai otoritas fiskal. Pemberian subsidi bunga melalui program KUR semakin intensi dilaksanakan. Hasilnya, suku bunga single digit khusus KUR tercapai.

Continue reading “Jalan Terjal Menuju Single Digit”

Menanti Akhir “PHP” Madam Yellen

Ibarat orang yang sedang menjalin hubungan asmara, rupiah saat ini sedang dalam masa menanti kepastian dari The Fed. Penantian tersebut berupa jawaban kepastian atas suku bunga The Fed, pasti naik atau tidak. Kepastian, tersebut sangat diperlukan agar rupiah bisa  berstrategi. Jika naik, akan terukur dengan jelas dampak yang ditimbulkan dan otoritas moneter bisa menempuh langkah seoptimal mungkin menangani dampaknya.

Jika pun tidak, seberapa lama kah penundaan kenaikannya? Sehingga dengan kepastian yang ada, rupiah bisa menghela nafas lebih lama dan menyiapkan sederetan strategi yang bisa dilakukan untuk menghadapi dampaknya. Namun sangat minor berharap atas segala kepastian tersebut.

Continue reading “Menanti Akhir “PHP” Madam Yellen”

Apa Kabar Keuangan Inklusif ?

Teori pertumbuhan ekonomi menyebutkan bahwa modal menjadi salah satu variabel yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Selain modal, tenaga kerja, tingkat teknologi, entepreneurship juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, modal menjadi variabel yang sangat penting dalam memantik variabel-variabel di luar modal.

Semakin banyak dan berkualitas ketersediaan modal dalam sebuah perekonomian, cateris paribus, maka pertumbuhan ekonomi perekonomian tersebut akan terus bertumbuh. Dan sebaliknya. Ukuran ketersediaan modal bisa dilihat dari indikator saving-investment gap dan kedalaman pasar keuangannya. Kesenjangan tabungan-investasi Keduanya terkait erat dengan seberapa tinggi level inklusi keuangan yang ada.

Symptomp

Indonesia kekurangan modal dari dalam negeri. Kesenjangan tabungan-investasi yang bisa diketahui dengan melihat nilai current account yang bernilai negatif mengkonfirmasi hal ini. Sejak 2012 hingga sekarang nilai, current account Indonesia mengalami defisit. Pada 2012, nilai defisit transaksi berjalan Indonesia sebesar 24,41 miliar dollar Amerika atau 2,65 dari nilai produk domestik brutonya.

Continue reading “Apa Kabar Keuangan Inklusif ?”

Menyoal Rezim Suku Bunga Tinggi

Rezim suku bunga tinggi di Indonesia saat ini menggambarkan beberapa hal yakni menguntungkan bagi para bankir dan pemilik dana namun tidak bagi para debitur (pengusaha), terlebih pelaku usaha menengah ke bawah. Menguntungkan bagi bankir karena spread interest rate nya tinggi. Menguntungkan bagi pemilik dana karena suku bunga deposito/tabungan yang tinggi dan mencekik pelaku usaha karena suku bunga kredit tinggi.

Spread interest rate di Indonesia tergolong tinggi dibandingkan dengan negara kawasan ASEAN. Data tahun 2014 menunjukkan interest rate spread Indonesia mencapai 3,9 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Malaysia sebesar 1,5 persen; Vietnam 2,9 persen dan Tiongkok 2,9 persen. Jika dibandingkan dengan Singapura dan Thailand yang masing-masing sebesar 5,2 persen dan 4,8 persen, Indonesia masih tetap tertinggal jauh dikarenakan suku bunga kreditnya masih jauh lebih tinggi dari kedua negara tersebut.

Continue reading “Menyoal Rezim Suku Bunga Tinggi”